Ilmu Sosial Dasar
Definisi Ilmu Sosial Dasar Menurut Para Tokoh
1. Immanuel Wallerstein
Menurut Immanuel Wallerstein : Apa yang disebutnya sebagai ilmu sosial adalah salah satu pewaris yang jauh melampaui kearifan itu... yang telah ada atau yang telah dideduksikan semacam itu. Ilmu sosal adalah usaha penjelajahan dunia modern. Akarnya tertanam pada upaya yang mekar sejak zaman abad keenambelas, serta merupakan bagian dan bidang konstruksi dunia modern. Tujuannya untuk mengembangkan pengetahuan sekular secara sistematis tentang realitas yang hendak dibuktikan secara empiris (Wallersteinm 1997: 2).
2. Ralf Dahrendorf
Menurut Ralf Dahrendorf : Berjalannya waktu dalam sejarah, tidak banyak membantu untuk mengusahakan diterimanya konsep itu. Ilmu-ilmu sosial tumbuh dari filsafat moral. Di kalangan filsuf moral Skotlandia, kajian ekonomi politik selalu diikuti oleh kajian isu-isu sosal yang lebih luas, Seperti Aguste Comte yang menyebutnya science social, Charles Fourier, Emile Durkheim, Vilfredo Pareto, Karl Popper, dan terakhir adalah Talcot Parsons yang begitu gigih dan ambisius karena ditujukan bagi substansi teoretis dari ilmu sosial, yang dilanjutkan oleh Immanual Wallerstein, Profesor sosiologi yang terkemuka dan Direktur Fernand Braudel Pusat Studi Ekonomi, Sistem-Sistem Sejarah, dan Peradaban State University of New York at Binghamton Open the Social Science Report of the Gulbenkian Commission on the Restructuring of the Social Science (1996).
3. Peter Herman
Menurut Peter Herman : Ketika
belajar sosiologi, Herrmann berkonsentrasi pada sosiologi organisasi - ini juga
menjadi subjek disertasi PhD-nya, berjudul “Masyarakat dan organisasi. Analisis
masyarakat modern ”(Rheinfelden / Berlin: Schäuble, 1994). Karya ini memadukan
topik-topik kebijakan sosial, masyarakat sipil, teori modernisasi, dan filsafat
umum. Pemikiran metodologisnya telah dan masih dipengaruhi oleh materialisme
historis dan dialektik, teori sistem dan teori peradaban. Terhadap latar
belakang ini ia melakukan beberapa penelitian, terutama di bidang integrasi
Eropa. Berdasarkan pengalaman Herrmann yang diperoleh dari pekerjaan di
Platform LSM Sosial [5] dan Jaringan Aksi Sosial Eropa (ESAN), ia mengambil
posisi yang semakin kritis terhadap mekanisme halus dari proses integrasi
Eropa. Pada tahap yang sangat awal Herrmann membahas dan proses-proses berteori
yang ia lihat sebagai “politik yang melewati negara bangsa” (lihat Integrasi
Eropa antara Pembangunan Institusi dan Proses Sosial. Kontribusi terhadap Teori
Modernisasi dan LSM dalam Konteks Pengembangan UE; Baru York: Nova Science,
1998 [6]) dan yang kemudian dikenal dengan istilah "tata kelola
multilevel". Kerja sama erat dengan Yayasan Eropa tentang Kualitas Sosial
dan kemudian Asosiasi Internasional untuk Kualitas Sosial www.socialquality.eu,
yaitu dengan Laurent van der Maesen, mendorong minat analitisnya terhadap
pencarian alternatif. Penelitiannya yang menyeluruh, yang diarahkan untuk
menentang kesukarelaan politik dan berdasarkan analisis sistematis terhadap
bentuk-bentuk pemerintahan dan kebijakan sosial masing-masing memberikan impuls
penting bagi perdebatan tentang pemikiran kualitas sosial.
Sumber : (Buku Ilmu Sosial Dasar (Drs.H. Abu Ahmadi) 1993
Tujuan Ilmu Sosial Dasar
Sebagai suatu mata kuliah dasar umum, ilmu sosial dasar bertujuan membantu perkembangan wawasan perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperloleh wawasan pemikiran yang lebih luas, dan ciri-ciri kepribadian yang diharapkan dari setiap anggota golongan terpelajar Indonesia, khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia-manusia lain, serta sikap dan tingkah laku manusia-manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan.
Latar Belakang dan Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar
Latar Belakang diberikannya ilmu sosial dasar (ISD), adalah banyaknya kritik yang ditujukan kepada sistem pendidikan di perguruan tinggi oleh sejumlah cendekiawan, terutama sarjana pendidikan, sosial, dan kebudayaan. Mereka menganggap sistem pendidikan yang sedang berlangsung ini berbau kolonial, dan masih merupakan warisan sistem pendidikan pemerintah Belanda, yaitu kelanjutan dari "politik balas budi" (etistche politiek) yang dianjurkan oleh Conrad Theodore van Deventer. Sistem ini bertujuan menghasilkan tenaga-tenaga terampil untuk menjadi "tukang-tukang" yang mengisi birokrasi mereka di bidang administrasi, perdagangan, teknik dan keahlian lain, dengan tujuan eksploatasi kekayaan negara. Ternyata sekarang masih dirasakan banyaknya tenaga ahli yang berpengathuan keahlian secara khusus dan mendalam (spesialisasi), sehingga wawasaannya sempit, Padahal, sumbangan pemikiran dan adanya komunikasi ilmiah antar disiplin ilmu diperlukan dalam memerhatikan berbagai masalah sosial masyarakat yang demikian kompleks. Seiring suatu masalah terasa tuntas pemecahannya menurut suatu disiplin ilmu tertentu, tetapi ternyata bagi disiplin ilmu yang lain masih merupakan masalah besar.
Ruang lingkup di Individu, kata "individu" berasal dari kata latin, yaitu individuum, berarti "yang tak terbagi'. Jadi, merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Dalam ilmu sosial paham individu menyangkut tabiatnya dengan kehidupan jiwanya yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Dalam ilmu sosial, individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa, yang tak seberapa mempengaruhi kehidupan manusia. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia pereorangan. Dengan demikian sering digunakan sebutan "orang-seorang" atau "manusia perseorangan". Sifat dan fungsi orang-orang disekitar kita adalah makhluk-makhluk yang agak berdiri sendiri; dalam hal banyak pula perbedaannya. Sejenis tapi tak sama, makin tua semakin maju dan semakin banyak pula perbedaannya. Pada setiap anggota suatu bangsa yang bermacam-macam tingkat peradabannya, terjadi diferensiasi dengan corak sifat dan tabiat beraneka macam.
Ruang lingkup di Keluarga, Keluarga diartikan sebagai suatu satuan social terkecil yang dimiliki manusia sebagai makhluk sosial, yang ditandai adanya kerja sama ekonomi. Fungsi keluarga adalah berkembang biak. mensosialisasi atau mendidik anak, menolong, melindungi atau merawat orang-orang tua (jompo). Diferensi peranan ialah fungsi solidaritas, alokasi ekonomi, alokasi kekuasaan, alokasi integrasi (sosialisasi), dan ekspresi atau menyatakan diri. Kesemuanya atas pertimbangan umur, perbedaan seks, generasi, perbedaan posisi ekonomi, dan pembagian kekuasaan, Bentu keluarga terdiri dari seorang suami, seorang istri, dan anak-anak yang biasanya tinggal dalam satu rumah yang sama (disebut keluarga inti). Secara resmi biasanya selalu terbentuk oleh adanya hubungan perkawinan. Secara umum fungsi keluarga meliputi pengaturan seksual, reproduksi, sosiaslisasi, pemeliharaan, penempatan anak dalam masyarakat, pemuas kebutuhan perseorangan, dan kontrol sosial (William J: Goode, 1983)
Ruang lingkup di Masyarakat, Dalam bahasa inggris masyarakat disebut society, asal katanya societ yang berarti kawan, Adapun kata "masyarakat" berasal dari bahasa Arab, yaitu syirk, artinya bergaul. Adanya saling bergaul ini tentu karena ada bentuk-bentuk aturan, yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai perseorangan, melainkan oleh unsur-unsur kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan. Para ahli seperti MacIver, J.L. Gillin, dan J.P. Gillin sepakat,bahwa adanya saling bergaul dan interaksi karena mempunyai nilai-nilai, norma-norma, cara-cara, dan prosedur yang merupakan kebutuhan bersama sehingga masyarakat merupakan kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sitem adat-istiadat tertentu, yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Untuk arti yang lebih khusus masyarakat disebut pula kesatuan sosial, mempunyai ikatan-ikatan kasih sayang yang erat. Mirip jiwa manusia, yang dapat diketahui, pertama melalui kelakuan dan perbuatannya sebagai penjelmaannya yang lahir, kedua melalui pengalaman batin dalam roh manusia perseorangan sendiri. Bahkan memperoleh "superioritas", merasakan sebagai sesuatu yang lebih tinggi nilainya daripada jumlah bagian-bagiannya. Sesuatu yang "kokoh-kuat",suatu perwujudan pribadi bukan di dalam, melainkan di luar, bahkan di atas kira. Kesatuan sosial mempunyai kehidupan jiwa seperti adanya ungkapan-ungkapan jiwa rakyat, kehendak rakyat, kesadaran masyarakat, dan sebagainya. Dalam hal ini individu berada di bawa pengaruh suatu kesatuan sosial. Jiwa masyarakat ini merupakan potensi yang berasal dari unsur-unsur masyarakat, meliputi pranata, status, dan peranan sosial.
Permasalahan Penduduk / Sosial
Masyarakat pedesaan kehidupannya berbeda dengan masyarakat perkotaan. Perbedaan-perbedaan ini berasal dari adanya perbedaan yang mendasar dan kedaan lingkungan, yang mengakibatkan adanya dampak terhadap personalitas dan segi-segi kehidupan. Kesan populer masyarakat perkotaan terhadap masyarakat pedesaan adalah bodoh, lambat dalam berpikir dan bertindak, serta mudah "tertipu", dan sebagainya. Kesan ini disebabkan masyarakat perkotaan mengamatinya hanya sepintas, tidak banyak tahu, dan kurang pengalaman dengan keadaan lingkungan pedesaan , Masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan memiliki ciri sendiri-sendiri. Mengenal ciri-ciri masyarakat pedesaan akan lebih mudah dan lebih baik dengan membandingkannya dengan kehidupan masyarakat perkotaan. Dalam memahami masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, tentu tidak akan mendefinisikannya secara unviersal dan objektif, tetapi berpatokan pada ciri-ciri masyarakat. Ciri-ciri itu ialah adanya sejumlah orang, tinggal dalam suatu daerah tertentu, adanya sistem hubungan, dengan atas dasar kepentingan bersama, tujuan dan bekerja sama, ikatan atas dasar unsur-unsur sebelumnya, rasa solidaritas, sadar akan adanya mendespendensi, adanya norma-norma dan kebudayaan. Kesemua ciri-ciri masyarakat ini dicoba ditransformasikan pada realitas desa dan kota, dengan menitik beratkan pada kehidupannya. Ciri masyaraakat desa juga mungkin belum tentu benar, sebab desa sedang mengalami perkembangan struktural yang tersusun dan terarah ke peningkatan integrasi masyarakat yang lebih luas sebagai akibat intensifnya hubungan kota dengan desa dan derasnya program pembangunan, sehingga dapat menimbulkan perubahan-perubahan.
Kesimpulan
Setiap anggota bagian dari tubuh kita merupakan suatu
kesatuan jaringan atau jalinan yang masing – masingnya terhubung satu sama
lain. Apa bila ada satu bagian yang rusak maka akan berdampak pada bagian
lainnya juga.
Terdapat tiga bagian terpenting dari manusia yaitu,
akal pikiran, Jasmani dan Rohani. Tiga komponen terebut saling berkaitan
satu sama lainnya. Akal merupakan bagian terpenting, merupakan inti dari sistem
tubuh kita. Akal mengatur segala kegiatan yang ada pada tubuh kita, mulai dari
kerja organ tubuh kita, sistem perasaan, motifasi, pengambilan ketupusan
dan penyikapan kita terhadap sesuatu dalam hidup. Jasmani merupakan
pendukung kegiatan yang berkaitan dengan fisik kita, tetapi apa bila terganggu
salah satu fungsinya maka akan pula berpengaruh pada yang lainnya, bila jasmani
kita baik maka aktifitas kita pun berjalan lancar. Dan rohani meupakan
kebutuhan kita terhadap Tuhan. Kedekatan kita terhadap tuhan adalah segalanya.
Dia lah yang berkehendak dan menghendakan akan akan sesuatu. Oleh karena
itu dibutuhkannya hubungan baik antara kita dengan sang pencipta kita.


Komentar
Posting Komentar